02202017Mon
Last updateMon, 31 Aug 2015 7am

Dari 669 Bahasa Adat di Indonesia, Hanya 10 yang "Aman" dari Kepunahan

Pemerintah membutuhkan banyak biaya agar bahasa adat di seluruh Indonesia tidak punah dan tergerus oleh kaum muda yang mulai menggunakan bahasa asing.

"Di satu provinsi itu kadang bahasa adatnya mencapai 10 sampai 15 bahasa adat. Kami membutuhkan banyak biaya untuk membangun pusat studi dan bahasa agar bahasa adat tersebut tidak hilang," ujar Kepala Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Prof Mahsun di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Mahsun mengatakan, saat ini setidaknya terdapat 669 bahasa adat di Indonesia dan hanya 10 bahasa yang dikategorikan sebagai bahasa "aman" karena memiliki penutur lebih dari satu juta orang. Sisanya, bahasa tersebut tergolong sebagai bahasa yang hampir punah dan sudah punah.


"Ada bahasa dari Papua yaitu bahasa tandia. Penuturnya hanya ada tiga pada tahun 2006 dan mereka tersebar di daerah lain. Kami hanya mendokumentasikan 34 kosakata saja," ujar Mahsun.

Karena itu, lanjut Mahsun, saat ini perlu mengundang masyarakat adat guna melestarikan bahasa adat yang ada.

"Penting bagi kami untuk mengundang tokoh-tokoh adat seperti mereka supaya pesan dari Kemendikbud dapat tersampaikan dengan baik. Nantinya para tokoh adat inilah yang bekerja sampai tataran bawah," ujar Mahsun.

Bingo sites http://gbetting.co.uk/bingo with sign up bonuses